Penanganan Penyakit Sistem Pencernaan
Rp. 100.000
Jumlah
Penanganan Penyakit Sistem Pencernaan | Berat: 1000 | Stok: 1000
Penanganan Penyakit Sistem Pencernaan | Berat: 1000 | Stok: 1000
Layanan penanganan penyakit sistem pencernaan dari Nusa Hub berfokus pada diagnosis, perawatan, dan pencegahan gangguan saluran cerna pada sapi, kambing, dan domba. Penyakit pencernaan seperti diare, kembung, rumen asidosis, cacingan, hingga masalah nutrisi dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, gangguan pertumbuhan, bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Layanan ini memastikan ternak mendapatkan penanganan profesional dan tepat sasaran.
Diare akut & kronis
Dyspepsia / indigesti sederhana
Kembung (bloat) – gas atau frothy bloat
Asidosis rumen
Cacingan (internal parasites)
Konsipasi / sulit buang feses
Enterotoxemia (Clostridium)
Masalah pakan & nutrisi yang memicu gangguan rumen
Kunjungan dokter hewan / petugas kesehatan Nusa Hub ke kandang.
Pemeriksaan klinis & identifikasi penyebab, meliputi:
Bentuk feses (konsistensi, warna, bau)
Pengukuran suhu tubuh (demam/hipotermia)
Pemeriksaan rumen (aktivitas, posisi, bunyi)
Evaluasi pakan & manajemen pemberian pakan
Penanganan langsung, berupa:
Obat antidiare sesuai sebab (bakteri/virus/parasit)
Rumen buffer / antiasidosis
Antiparasit internal (deworming)
Probiotik dan terapi suportif
Pengeluaran gas pada kasus kembung berat
Perbaikan manajemen pakan, meliputi:
Komposisi pakan harian
Teknik pemberian pakan
Identifikasi pakan kadaluarsa, berjamur, atau kualitas buruk
Pencatatan digital penanganan, termasuk obat, dosis, dan follow-up.
Monitoring kondisi ternak 1–3 hari setelah penanganan.
Diagnosis langsung oleh tenaga profesional berpengalaman.
Penggunaan obat yang aman, tersertifikasi, dan sesuai regulasi kualitas Nusa Hub.
Penanganan terintegrasi antara obat + perbaikan manajemen pakan.
Mengurangi risiko kejadian berulang melalui edukasi menyeluruh.
Seluruh catatan kesehatan masuk ke sistem Nusa Hub untuk pemantauan jangka panjang.
Mengurangi risiko kematian akibat enterotoxemia, kembung berat, atau asidosis.
Meningkatkan nafsu makan dan performa pertumbuhan (ADG).
Mengurangi biaya pakan karena pencernaan ternak lebih efisien.
Meningkatkan nilai jual ternak karena kesehatan pencernaan terjaga.
Mencegah penyebaran penyakit saluran cerna yang bisa menyerang satu populasi.