Penanganan Penyakit Sistem Lokomosi
Rp. 120.000
Jumlah
Penanganan Penyakit Sistem Lokomosi | Berat: 1000 | Stok: 1000
Penanganan Penyakit Sistem Lokomosi | Berat: 1000 | Stok: 1000
Penyakit pada sistem lokomosi (pergerakan) merupakan salah satu masalah yang paling sering memengaruhi performa dan produktivitas ternak, terutama sapi potong, sapi perah, dan kambing/domba. Gangguan pada kaki, sendi, atau otot dapat menyebabkan ternak tidak mampu berdiri atau berjalan normal sehingga konsumsi pakan menurun, bobot badan turun, dan risiko kecacatan meningkat.
Layanan penanganan penyakit lokomosi Nusa Hub memberikan solusi komprehensif dan cepat dengan pendekatan medis serta manajemen kandang yang terintegrasi.
Lumpuh atau pincang (lameness)
Peradangan kuku dan celah kuku (foot rot, interdigital dermatitis)
Radang sendi (arthritis)
Bursitis / pembengkakan pada persendian
Trauma otot atau ligamen
Fraktur atau dislokasi ringan
Abses atau luka pada kaki
Laminitis
Gangguan lokomosi lain akibat infeksi, trauma, atau gangguan metabolik.
Pemeriksaan cara berjalan (gait assessment)
Analisis kuku, sendi, dan otot
Pemeriksaan suhu, pembengkakan, nyeri, dan mobilitas
Identifikasi penyebab (infeksi, trauma, nutrisi, metabolik)
Pembersihan area kuku atau luka
Pemberian analgesik & antiinflamasi
Antibiotik (jika infeksi bakteri)
Antiseptik lokal & perawatan luka
Perawatan foot bath (formalin / ZnSO4 sesuai standar)
Trimming kuku
Drainase abses
Pembalutan terapeutik
Koreksi posisi kuku (orthopedic block) bila diperlukan
Pengaturan alas kandang agar tidak licin
Pembersihan rutin untuk mencegah infeksi kuku
Perbaikan pakan untuk mencegah laminitis (kontrol konsentrat)
Pengaturan area berjalan ternak
Penanganan langsung oleh dokter hewan/petugas terlatih
Obat dan alat perawatan standar klinis
Dokumentasi lengkap (foto before–after, diagnosis, rekomendasi)
Saran pencegahan disesuaikan dengan kondisi kandang
Integrasi laporan ke sistem Nusa Hub untuk monitoring kesehatan jangka panjang
Ternak kembali berjalan normal
Mengurangi rasa nyeri dan risiko kecacatan
Memulihkan nafsu makan dan performa produksi
Menurunkan kasus lokomosi berulang di kandang
Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas ternak